Berhubung ini adalah blog saya dan cuma saya dan beberapa teman yang bisa membacanya, maka ijinkan saya untuk meletakkan sumpah serapah kekesalan saya atas semua hal yang terjadi akhir-akhir ini.
Senin, 11 Juli 2011
curhat juga
Baiklah, kita mulai dengan yang pertama...undangan Ngunduh Mantu saudara sepupu tercinta saya...sialan....dengan ini dinyatakan bahwa saya tidak mungkin mengelak untuk tidak hadir di pesta menyebalkan itu, dan berhaha hihi dengan Saudara-saudara tercinta saya yang terus2an mengorek-ngorek apa dan siapa saya...demmmmm..... sudah kebayang berjam-jam dengan kostum kebaya yang akan membuat paha saya menempel rapat plus bayi yang over akting yang akan berlari heboh sana sini dan saya yang akan terengah-engah mengejar dengan kostum kebaya yang sama sekali tidak akan bikin saya tambah cantik....arrrrghhh...sounds like hell huh???
Yang kedua adalah proses rekrutmen yang tidak selesai sampai detik ini dan menyisakan setiap malam diingat kan bos untuk cepat-cepat mencari kandidat yagn sesuai...haelahhhh.....lo kate cari kandidat buat tukang ternak sapi kali.....minta tenaga kerja bagus dan murah.....huaaaaaaa.....mana adaaaaaa?????
Trus, yang terakhir sepupu-sepupu kecil saya yang akan berdatangan hari jumat memenuhi rumah kecil saya, hmmm...bagaimana caranya untuk bisa kabur dari pesta kawin sial itu dan seneng2 sama anak-anak itu yaa?????
Kamis, 07 Juli 2011
TEARS...
"Saya kira saya tidak bisa lagi menangis karena sedih.
Hanya kemarahan yang membuat saya keluar air mata"
Soe Hok Gie
Maaf sahabat...tidak ada yang bisa saya lakukan untuk mu saat ini...dan itu membuat saya marah...saya benci menjadi tidak berguna saat ada orang yang membutuhkan bantuan. Saya hanya bisa peluk kamu dari kejauhan, dan berharap semuanya akan baik-baik saya.
Setiap ketegaran kamu, membuat air mata saya turun. Kamu berhak untuk menangis, untuk marah, untuk merancang balas dendam, dan bukan hanya diam......
Tolong jangan diam saja. Lakukan sesuatu. Kamu lah yang terhebat, dan buktikan bahwa mereka akan menyesal telah memperlakukan kamu seperti yang tidak seharusnya....
Saya menangisimu beberapa malam ini, atas ketidak adilan yang kamu alami. Dan seperti yang kamu bilang "Tuhan tidak pernah tidur" Setiap benih yang baik akan menuai kebaikan, dan setiap benih kesia-siaan akan menuai kesia-siaan yang sama.
Semua pasti akan baik-baik saja.....saya percaya....setiap doa telah dipanjatkan demi kebaikan dan kekuatanmu....
Senin, 04 Juli 2011
Here is The Time
Akhirnya punya keberanian buat membagi alamat blog ini ke orang lain...selain dina putri aprila, tentunya....
Mudah2an ga tambah di cap sebagai "alien"....amin....
Semoga ada bisa belajar mengerti hal lain dari peristiwa yang terjadi dalam hidup yang unik ini....
Amin juga.............
Read More...
C U R H A T
Sabtu lalu adalah pernikahan kesekian yang tidak saya hadiri. Malas rasanya. Dua pernikahan sebelumnya, yaitu pernikahan kakak-kakaknya, anak dari tante saya yang merupakan adik mama saya, pun tidak saya hadiri. Saya lebih suka menghadiri pernikahan teman-teman saya yang tidak terlalu saya kenal, ketimbang nimbrung dan haha hihi pada pesta kawin saudara saya sendiri.
Memang salah, saya akui itu. Karena mereka pun dengan suka rela hadir di saat saya melangsungkan pesta nikah saya. Tapi itu kan atas undangan mama saya, begitu saya membela diri. Konsep pernikahan saya adalah menikah di depan altar, hanya kedua orang tua saya, dan kedua orang tua calon suami saya dan adik atau kakak2 kami, bukan semua keluarga....tapi ternyata mama menginginkan lain. Yah terserah lah....
Saya mulai menarik diri dari pergaulan persaudaraan ini sejak saya menikah, memiliki patner hidup yang mau mengerti isi kepala saya, dan mau menerima cara pandang saya terhadap apapun. Saya merasa tidak sendiri, dan terlindung dari tatapan mama yang selalu mengintimidasi setiap kali saya berusaha melarikan diri dari setiap acara keluarga.
Keluarga saya, tante-tante dan sepupu saya, tidak seperti yang ada di dalam pikiran saya. Hampir sertiap hal yang kami lakukan senantiasa dinilai dengan uang. Setiap percakapan yagn tejadi, tidak jauh dari siapa memiliki apa, dan siapa beli baju merk apa. Setelah bertahun-tahun bergaul dengan mereka, akhirnya setelah saya punya cukup modal untuk berlindung (yaitu suami saya tercinta.. :p), saya beranikan diri untuk menarik diri dan berhenti bergaul di lingkungan tidak membangun semacam itu. Rasanya setiap orang punya hak atas gaya hidupnya masing-masing, seperti saya pun punya hak untuk memilih kemana saya bisa membuang uang-uang saya yang jumlahnya tak terbatas itu. Bukan urusan mereka. Hak saya untuk memilih jalan-jalan dari pada membeli hape canggih, atau menyekolahkan dan memanjakan anak saya ketimbang saya membeli mobil atau kamera canggih.
Tidak semua hal dapat dinilai dengan uang. Niat baik saya tidak perlu dinilai dengan uang, karena itu sungguh menyinggung saya. Tidak perlu menilai bibit bebet bobot saya untuk dijadikan menantu dan memandang sinis dan menilai saya tidak berbobot, hanya karena orang tua saya tidak mau membelikan saya celana levi's untuk saya kenakan, karena nyatanya , kedua orang tua saya mampu menyekolahkan saya di sekolah swasta favorit yang uang sekolahya lima kali lipat uang sekolah sepupu saya. Tidak perlu merendahkan kedua orang tua saya karena mereka tidak memakaikan saya gelang atau kalung emas atau giwang emas di telinga saya. Bukan karena mereka tidak perduli, tapi karena saya benci dijadikan kapstok berjalan, dan terutama saya alergi perhiasan.....dan anting emas hanya bikin telinga saya korengan....
Maaf kalau saya harus menyombongan diri, karena kamu memandang rendah anak saya karena dia hanya mengenakan sandal jepit sepuluh ribuan. Saya hanya sedang mendidik anak saya untuk berhemat, untuk tidak membeli barang-barang yang tidak dia perlukan, agar dia dapat menghargai setiap rupiah yang dikeluarkan kedua orang tuanya untuk biaya hidupnya. Agar anak saya memiliki empati yang tinggi, agar dia mampu mengerti bahwa orang yang mengenakan sendal jepit tidak berarti gelandangan, dan orang yang tidak makan sup di restoran ayam goreng adalah orang yang paling sial sedunia.
Saya ingin Saudara-saudara saya tahu bahwa saya memilih untuk bergaul di lingkungan yang dapat menghebatkan saya. Dan lingkungan yang hanya akan merendahkan saya, lebih baik saya jauhi lebih jauh lagi.....
Read More...
Langganan:
Postingan (Atom)