Kamis, 18 Agustus 2011

What a hectic days....




Banyak hal yang terjadi dalam beberapa hari belakangan ini.  Hal-hal yang akan membuat saya membuat semakin mengerti di lingkungan mana saya bertumbuh....

Minggu lalu, seorang teman senior pecinta alam saya menghubungi saya mengenai kesediaan saya untuk memberikan darah saya untuk istri temannya yang sedang dalam keadaan kritis.  Sayangnya saya tidak memenuhi syarat, tapi suami saya tercinta bisa, dan berangkat lah dia....Senior saya mengatakan bahwa dia membutuhkan banyak sekali darah tipe tersebut.

Spontan saya forward sms itu ke grup bbm PMR sekolah saya...yak..PMR...Palang Merah Remaja, yang tugasnya adalah katanya demi kemanusiaan.....dan....tidak ada respon....

Saya pikir postingan saya tidak di respon  karena ini jam sibuk dan tidak ada manusia yang kurang kerjaan seperti saya yang mantengin hp tiap menit, Sejam...dua jam...tiga jam...dan tetap tidak ada respon....sampai hari berganti dan saya terima pesan bahwa istri teman senior saya itu meninggal....My Godness.....

Hadapilah sulitnya mencari teman dalam kesulitan.......tidak ada respon sedikitpun..sama sekali...satu patah kata pun tidak....dan saya jadi tahu, teman-teman macam apa mereka ini....., dan saya jadi tahu, bukan tipe pertemanan seperti ini yang saya inginkan...dan saya tinggalkan grup itu saat itu juga....

Minggu berikutnya, seorang teman kampus saya menjudge saya bahwa saya hipersensitif, hanya karena saya tidak menyukai teman sekelas saya yang lain yang setiap kalimatnya merendahkan teman yang lain.  
Teman perempuan yagn selalu merendahkan orang lain itu, tidak secantik luna maya, tidak seramping jessica iskandar...dia cuma beruntung orang tuanya sedikit kaya.  Apapun dia, bagi saya tidak ada hak dia untuk merendahkan orang lain di depan orang banyak....dan bagi saya, manusia semacam itu, ada diluar daftar pertemanan saya....

Sumpah, saya ngga hipersensitif.  Saya cuma ngga suka dengar orang mencela kelemahan orang lain.  Saya benci orang seperti itu.  Saya sama sekali tidak mentoleransi penghinaan terhadap orang lain.

Dan teman saya itu mengatakan bahwa dia takut bergaul dengan saya.....dia takut dengan ke hipersensitifan saya....Yah..itu pilihan kamu, saya tidak takut bahkan saat seluruh dunia menentang saya dan mengasingkan saya......

Dan yang terakhir, kalimat-kalimat yang menyentuh harga diri saya...kesan bahwa saya adalah sebuah pilihan...Maaf....saya perempuan, itu kodrat saya...tapi saya memilih untuk tidak menjadi pilihan....saya yang menentukan apa yang harus lakukan terhadap kamu...bukan sebaliknya...karena ini hidup saya dan pilihan saya....


 
Read More...

Selasa, 09 Agustus 2011

My Husband's Heart....

DISCLAIMER:
Karena postingan di blog ini tidak untuk di konsumsi publik, maka saya berhak menulis apa saja tanpa disangka pamer atau pun mengintimidasi seseorang....

hehe....

Pukul 14.30 dan saya bangga sekali pada suami saya tercinta....penganut aliran kepercayaan kepada dewa tapir, tapi memiliki hati sebesar gunung everest.....

Siang ini satu teman SMA saya mengirim pesan bahwa istri dari temannya membutuhkan darah karena suatu penyakit dan kondisinya memburuk.  Menit berikutnya saya menghubungi suami saya yang setahu saya memiliki golongan darah yagn sama dengan si pasien tersebut.  Menit berikutnya, suami saya tanpa alasan langsung menyatakan kesediaannya untuk berangkat ke PMI untuk membantu istri teman saya tersebut.

Hiks...suami saya baru saja selesai dari workshop dan belum sempat makan siang.  Tapi dia tidak menjadikan  hal itu sebagai alasan.   Nyawa lebih penting dari segalanya, begitu dia bilang.....

Huffff........pelajaran yang indah darinya.....itulah mengapa Tuhan mengirim dia ke samping saya, yaitu supaya saya dapat terus menerus belajar dari sosok yang nyata, menjadi seseorang yang berempati dan memiliki hati untu orang lain....

I LOVE YOU Ayah.....
Read More...

Minggu, 07 Agustus 2011

Perenungan

Pagi ini ada broadcast message tidak sengaja yang masuk ke hp saya, dan membuat saya spontan mengernyitkan dahi...

Isinya, seperti yang saya kopas dengan tidak di tambah atau kurangi, adalah sebagai berikut:




ANCAMAN MNINGGALKN SHALAT 5 WAKTU

-SUBUH: Dia akan disiksa selama 60 thn didalam neraka

-DZUHUR: Dosanya sprti membunuh 1000 jiwa org islam

-ASHAR: Dosanya sprti mruntuhkn ka'bah.

-MAGRIB: Dosany sprti b'rzina dgn org tua sendiri

-ISYA: Allah tdk meridhoi ia hidup di bumi Allah & di segerakn agr ia mncri tmpt lain.

Barang siapa yg mnyebarkn broadcast ni ,mk p'rcylh anda akn mmproleh pahala.Krna :

Nabi MUHAMMAD SAW telah bersabda:
"Barang siapa yg mengingatkan ini kepada orang lain, akan saya buatkan tempat di surga baginya pada hari penghakiman kelak"

Ini baru broadcast yg bermanfaat (y)

Maaf yang non muslim :).soory yg non muslim ya:)





Wah...kembali saya jadi nyiyir seperti nenek sihir.....tapi, koreksilah kalau saya salah.....

Setahu saya, sembahyang adalah salah satu cara beribadah, untuk mendekatkan diri pada Sang Pemberi Hidup, lalu kenapa harus ada ancaman-ancama seperti yang disebutkan dalam teks diatas?

Separah itukah keadaan manusia, bahwa untuk berbicara dengan penciptanya pun harus dibawah ancaman?

Saya berdoa, karena saya rindu dan cinta pada pencipta saya.  Saya tidak perduli apakah dengan doa itu saya mendapatkan ganjaran surga atau neraka.  Hubungan saya dengan sang pencipta, tidak berdasarkan hitung-hitungan akutansi debet kredit, jumlah pahala dan dosa yang saya terima, tapi murni karena saya cinta dan saya rindu.....

Sama seperti yang dikatakan sahabat saya, yang adalah seorang muslim, yang juga kesal melihat pahala menjadi hitung2an akutansi.  Konyol rasanya saat saya mendengarkan khotbah bahwa dibulan suci ini, semua pahala dilipat gandakan dan jumlahnya seperti seorang manusia berangkat haji....duh...logika mana lagi itu.

Bukan kah puasa adalah salah satu upaya pertobatan dengan bermati raga???  Hasil yang diharapkan adalah pengampunan dosa, kan??  Kalo urusan pahala yang dilipat gandakan ya...serahkan aja sama malaikat penghitung pahala....

Saya mulai terganggu dengan hitung-hitungan pahala itu....kenapa hidup dan nafas yang gratis ini, tidak dibayar dengan ucapan terima kasih berupa berdoa tepat waktu, dan melaksanakan perintah agama. kenapa setiap ibadah harus diembel2li dengan hitungan-hitungan akutansi seperti itu???


Read More...