Minggu, 07 Agustus 2011

Perenungan

Pagi ini ada broadcast message tidak sengaja yang masuk ke hp saya, dan membuat saya spontan mengernyitkan dahi...

Isinya, seperti yang saya kopas dengan tidak di tambah atau kurangi, adalah sebagai berikut:




ANCAMAN MNINGGALKN SHALAT 5 WAKTU

-SUBUH: Dia akan disiksa selama 60 thn didalam neraka

-DZUHUR: Dosanya sprti membunuh 1000 jiwa org islam

-ASHAR: Dosanya sprti mruntuhkn ka'bah.

-MAGRIB: Dosany sprti b'rzina dgn org tua sendiri

-ISYA: Allah tdk meridhoi ia hidup di bumi Allah & di segerakn agr ia mncri tmpt lain.

Barang siapa yg mnyebarkn broadcast ni ,mk p'rcylh anda akn mmproleh pahala.Krna :

Nabi MUHAMMAD SAW telah bersabda:
"Barang siapa yg mengingatkan ini kepada orang lain, akan saya buatkan tempat di surga baginya pada hari penghakiman kelak"

Ini baru broadcast yg bermanfaat (y)

Maaf yang non muslim :).soory yg non muslim ya:)





Wah...kembali saya jadi nyiyir seperti nenek sihir.....tapi, koreksilah kalau saya salah.....

Setahu saya, sembahyang adalah salah satu cara beribadah, untuk mendekatkan diri pada Sang Pemberi Hidup, lalu kenapa harus ada ancaman-ancama seperti yang disebutkan dalam teks diatas?

Separah itukah keadaan manusia, bahwa untuk berbicara dengan penciptanya pun harus dibawah ancaman?

Saya berdoa, karena saya rindu dan cinta pada pencipta saya.  Saya tidak perduli apakah dengan doa itu saya mendapatkan ganjaran surga atau neraka.  Hubungan saya dengan sang pencipta, tidak berdasarkan hitung-hitungan akutansi debet kredit, jumlah pahala dan dosa yang saya terima, tapi murni karena saya cinta dan saya rindu.....

Sama seperti yang dikatakan sahabat saya, yang adalah seorang muslim, yang juga kesal melihat pahala menjadi hitung2an akutansi.  Konyol rasanya saat saya mendengarkan khotbah bahwa dibulan suci ini, semua pahala dilipat gandakan dan jumlahnya seperti seorang manusia berangkat haji....duh...logika mana lagi itu.

Bukan kah puasa adalah salah satu upaya pertobatan dengan bermati raga???  Hasil yang diharapkan adalah pengampunan dosa, kan??  Kalo urusan pahala yang dilipat gandakan ya...serahkan aja sama malaikat penghitung pahala....

Saya mulai terganggu dengan hitung-hitungan pahala itu....kenapa hidup dan nafas yang gratis ini, tidak dibayar dengan ucapan terima kasih berupa berdoa tepat waktu, dan melaksanakan perintah agama. kenapa setiap ibadah harus diembel2li dengan hitungan-hitungan akutansi seperti itu???


Tidak ada komentar:

Posting Komentar