Minggu, 24 Oktober 2010

Belajar untuk Pintar




Betapa banyaknya kampus di Jakarta Raya ini, dengan biaya yang beraneka rupa dari yang dibayar lunas dengan potongan sekian persen sampai yang bisa di cicil berkali-kali.  Semua memudahkan para lulusan SMA atau orang-orang yang ingin melanjutkan studi seperti saya ini.

Tapi, tidak heran, dengan banyaknya kampus, pengangguran yang terdidik justru semakin banyak.  

Saat saya browsing sana-sini untuk mencari kampus yang cocok, baru sadar bahwa yang mereka tawarkan adalah hanya sebatas ijazah, bukan ilmu. Padahal, yang saya cari saat ini adalah ilmu yang bisa saya terapkan dalam pekerjaan, bukan hanya ijazah yang menyebutkan 'eS-1' atau 'eS-2'.  

Jengkel saya. 

Hampir setiap website yang saya buka tidak menyebutkan kurikulum jurusan yang akan saya ambil.  Bagi saya seperti membeli kucing dalam karung.  Hanya namanya saja yang saya tahu, sisanya tinggal harap-harap cemas atas apa yang akan saya pelajar.

Jadi, gimana lulusan kampus-kampus itu siap kerja, wong mata kuliahnya saja ngga jelas dan tidak ada standar antara satu kampus dengan kampus yang lain...???

Atau sebelum saya mampu mendirikan kampus sendiri, ada baiknya saya terima nasib saja, kuliah di kampus yang cuma jual ijazah??


Tidak ada komentar:

Posting Komentar