Jumat, 08 Oktober 2010

Menanti...


Rasanya seperti kehilangan separuh jiwa saya.  Manusia yang selalu memeluk saya setiap malam, mendengarkan cerita saya, menertawakan lelucon garing saya dan mencium saya setiap malam. Saya kehilangan dia. Komunikasi yang sangat sulit membuatnya keadaan semakin sulit saya terima.

"Kamu harus banyak belajar.." kata sahabat saya, "Kamu masih beruntung, kekasihmu hanya meninggalkanmu hanya untuk beberapa waktu.  Apa kamu kuat  menjadi seperti saya yang ditinggalkan selamanya?"

Saya diam.

Pikiran hanya hinggap pada sebuah nama.  Seorang kawan yang ditinggalkan suami tercintanya untuk selamanya, disaat yang amat tidak disangka, dengan anak-anak yang masih terlalu kecil untuk mengerti.

Yah..saya masih beruntung.  Kekasih saya pergi, tapi dia pergi hanya sementara dan dengan tetap membawa cinta kami...bukan cinta yang lain.


1 komentar: