Membaca berkali-kali forward-an link mengenai seorang Bapak yang menggendong jenazah putrinya dari Jakarta ke Bogor, hari ini...membuat saya, tidak bisa berkata apa-apa...
Malam tadi pertama kalinya saya membaca berita tersebut. Jenazah anaknya yang berusia tiga tahun, tak terbayangkan rasanya. Saya pandangi putri kecil saya, rasanya anak itu dan anak saya mungkin tidak berbeda jauh. Mereka hampir seumur. Tak terbayangkan kalau saya jadi Bapak itu, lelah, marah, sedih bercampur jadi satu....Saya ciumi anak saya dan sampai saya jatuh tertidur di pelukannya, sambil mengucap syukur bahwa putri kecil saya hampir memiliki segalanya.
Pagi ini, sekali lagi saya di forward berita yang sama. Yang memforward adalah teman sekerja saya melalui grup di bbm. Mendadak saya merasa kesal. Tangan saya spontan mengetik respon atas berita tersebut "Yang seperti itu tidak perlu dibahas terus menerus. Bukan bersyukur atau tidak bersyukurnya yang perlu dibahas, tapi bagaimana kita bisa berempati pada sesama. Apabila bapak itu ada di samping kita sekarang, apa mungkin kita bisa mengiklaskan uang kita untuk sekedar membantu membeli kafan?"
Tidak ada respon....sama sekali....
Mudah-mudahan orang yang memforward link itu, bisa memikirkan respon saya. Orang yang hanya iklas mengeluarkan uang dua ribuan untuk uang duka, berani-beraninya mengirimkan link seperti itu dan mengajarkan saya untuk bersyukur.
Dan..untuk lelaki saya,mohon maaf..... ijinkan saya untuk menyampaikan sesuatu, bahwa detik ini saya memutuskan, untuk tidak berevolusi menjadi manusia yang tidak berhati, yang kamu sarankan kepada saya utnuk berubah, agar saya dapat bertahan hidup. Saya memilih untuk memiliki hati, walaupun akhirnya saya tidak dapat bertahan di tempat ini. Biarkan saya menjadi diri saya, yang mampu membagi cinta saya untuk semua orang. Mohon jangan desak saya untuk menjadi monster mengerikan seperti itu....karena saya, masih ingin melihat orang-orang disekitar saya tersenyum karena saya...
nangis.. lagi..
BalasHapusitu emang berita udah lama sekali..cukup menampar,tapi gw setuju kalo cerita itu sebagai peringatan, bukan untuk diulang-ulang bak pemberitaan infotainment, lebay tapi lama-lama nggak berarti...
BalasHapusto have a heart is a blessed, don't cry..I smile because of you, well at least I smile when you praised me, I smile when I read ur blog, saw ur photos in a stylish suite (it is stylish)...dan menyenangkan hati orang lain itu dapet pahala lho...hehehe :D