Tidak ada yang bisa menduga hidup akan seperti apa nantinya. Baru saja saya katakan betapa bahagiannya saya dengan hidup saya hari itu, Suami, anak, seseorang yang bukan suami tapi selalu mendengarkan saya, sahabat, teman-teman, pekerjaan dan segalanya. Tiba-tiba Suami saya harus meninggalkan saya dan putri kecil kami untuk bertugas.
Hari dimana dia menyampaikan kabar itu, saya menangis hampir 12 jam, sampai sesak nafas saya. Satu hari sebelum dia pergi, 10 jam saya menangis di pelukan dia sambil memeluk sang putri. Di hari dia harus pergi, saya kuatkan diri untuk tidak menangis, tetapi akhirnya runtuhlah air mata itu saat saya lihat pesawatnya mulai meluncur perlahan. Satu hari setelah dia pergi, saya tidur dengan pakaiannya, sambil memeluk sang putri yang terus memanggil ayahnya.
Hari ini, saya merindukan dia. Tetapi saya nikmati detik demi detik kerinduan saya. Kerinduan yang sama seperti delapan tahun lalu, saat saya melepas dia di suatu tempat, tanpa ada kepastian kapan saya dapat bertemu dan kembali bersama-sama.
Bagaimanapun...hidup masih sama indahnya bila terlewati bersama dengan orang-orang terhebat di sekitarnya..

Nikmati tangisnya...
BalasHapussebelum senyum kembali melanda...
:P